Tabe Belu ! Begitu sambutan orang Atambua untuk membuka salam. 

Belu artinya dalam bahasa di Atambua ini adalah saudara!  Padanan kata yang dalam  bahasa Jermannya adalah der Gennosse,sebutan yang sama untuk menyebut anggota koperasi di Jerman!.  

Belu adalah saudara, Kamerad, Brother, sahabat, sodaraFrater! Bahasa Jermannya adalah Gennose. Sebuah panggilan yang bukan saja menunjukkan arti persahabatan dan perdamaian tapi juga pengakuan akan kesetaraan. 

Kooperasi, gennosenschaftco-operativeandelslag, memang satu hubungan persaudaraan. Dimana ada satu syarat penting yang harus dipenuhi untuk mengakui persaudaraan itu, yakni kesetaraan. Tidak ada persaudaraan tanpa kesetaraan. Begitulah aksioma koperasi itu.  

Mereka yang mau mengakui prinsip egalitarian, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah sebagai manusia se-bangsa se-tanah air Indonesia dan se-bangsa di seluruh  dunia, barulah mereka dapat membangun kooperasi. Organisasi dan perusahaan demokratis yang dimiliki dalam prinsip satu orang satu suara ini, sebagai saudara.   

Kesetaraan bagi koperasi ini penting. Sebab persoalan paling mendasar dari terjadinya eksploitasi, penindasan itu ialah karena hubungan manusia yang tidak setara ini. 

Hubungan manusia-manusia koperasi itu adalah hubungan solidaritas-setara, bukan karitas-mendikte. Bukan hubungan belas kasihan, dan bukan hubungan koelie-taoke, bukan hubungan buruh-majikan, bukan hubungan yang menepiskan harkat dan martabat manusia. Gerakan kooperasi bertujuan mengikis hubungan eksploitatif sistem kapitalisme dan feodalisme yang merendah harkat dan martabat manusia demikian itu.

Disebut oleh pakar ekologi Profesor Murray Bookhin bahwa jantung dari krisis lingkungan itu sebetulnya adalah karena manusia satu mengeksploitasi manusia lain dengan alat modal finansial. Dimana ini ada dalam praktek sistem perusahaan yang jadikan jumlah besaran kepemilikan modal sebagai penentu keputusan perusahaan. 

Koperasi itu menolak eksploitasi dari manusia terhadap manusia lain. Jadi, perjuangan koperasi itu adalah bagaimana mewujudkan kesetaraan ini dalam kehidupan sebagai manusia se-bangsa, se-tanah air dan se-dunia. 

Bung Karno juga telah memberikan satu guidance, satu tuntunan untuk perjuangan itu  yang diucapkan dalam pidato 17 Agustus 1964 sebagai berikut: “Revolusi kita bukan sekadar mengusir Pemerintahan Belanda dari Indonesia. Revolusi kita menuju lebih jauh lagi daripada itu. Revolusi Indonesia menuju tiga kerangka yang sudah terkenal. Revolusi Indonesia menuju kepada Sosialisme! Revolusi Indonesia menuju kepada Dunia Baru tanpa ‘exploitation de l‘homme par l‘homme’ dan ‘exploitation de nation par nation (ekspoitasi manusia terhadap manusia lain, dan ekspoitasi satu bangsa terhadap bangsa lain)”. 

By the way, ini adalah kesekian kali saya datang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saya diundang untuk berdiskusi bersama teman-teman gerakan koperasi dari Pusat Koperasi Kredit ( Puskopdit) Timor. Negeri dimana Weltanschauung-nya Indonesia, pandangan hidup, ideologi bangsa Indonesia Pancasila direfleksikan dan ditemu-kembali oleh pendiri Republik Indonesia, Bung Karno. 

Puskopdit Timor adalah salah satu sekunder koperasi yang anggotanya terdiri dari 27 koperasi primer dengan anggota perorangan sebanyak 145 ribu orang. 

Gerakan ini adalah bagian dari gerakan koperasi kredit (Credit Union) di NTT yang anggotanya meliputi kelima Puskopdit yang tersebar di seluruh NTT. Membawahi sebanyak 142 unit koperasi primer dengan jumlah anggota sebanyak 764 ribu dengan total aset sebanyak Rp 5,4 triliun. 

Koperasi kredit ini adalah bagian dari gerakan keswadayaan, solidaritas dari insan koperasi kredit yang dirintis sejak tahun 1970-an yang secara nasional meliputi 3 juta orang di 1.000 primer koperasi kredit dengan total aset Rp 30 trilyun. 

Senang sekali bisa sampai disini lagi. Tahun lalu, melalui jalan darat  dari negeri tetangga Timor Leste, saya juga diundang dalam acara yang sama untuk diskusikan pengembangan perkoperasian di NTT.  Mereka telah berhasil setidaknya membangun bank milik nasabah (anggota) yang luar biasa ini. 

Dan, hari ini saya berjanji, saya hanya akan datang lagi kesini apabila mereka telah berhasil membangun satu gerakan koperasi baru di sektor lainnya. Di sektor konsumsi, produksi, jasa lainnya dan bahkan sektor publik. Saya begitu yakin, bahwa mereka akan segera dapat mewujudkannya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.