Judul: Shea | Penulis: Asri Aci | Penerbit: Bentang Belia

Ini tentang Shea (2019), gadis pencinta musik yang baru saja diputusi pacarnya. Semula Shea merasa sakit hati dan galau setengah mati. Akan tetapi, usai mengetahui keburukan Adrian, Shea sangat lega sekaligus bersyukur telah lepas dari cowok tukang selingkuh seperti Adrian. Bagi Shea, cowok tukang selingkuh seperti Adrian memang harus dihempas dari kehidupannya.

Kecintaan Shea terhadap musik membuatnya bertemu dengan Adnan, kakak kelas yang jago main piano, ganteng, dan super baik. Karena itu Shea langsung memutuskan untuk maju mendekati Adnan. Sayangnya sejak awal usahanya mendekati Adnan, Shea juga turut mengenal Gara, bule super nyebelin yang juga sahabat Adnan dan selalu membuatnya naik darah.

Hidup Shea yang sudah rumit karena cita-citanya menjadi pianis tidak didukung orangtua, makin kusut karena dua cowok yang kini dekat dengannya. Dua sosok yang ternyata nggak seperti bayangan Shea sebelumnya. Banyak rahasia besar yang mengguncang Shea, membuat hati dan hidupnya jungkir balik tak tentu arah. Di saat Adnan menjauh, Gara maju untuk menemaninya. Lalu, disaat Shea mulai terbiasa dengan kehadiran Gara, sebuah fakta mengejutkan kembali menggoyahkan hatinya. Lantas siapa yang akhirnya akan dipilih Shea?

Karena semua orang mempunyai topeng masing-masing untuk menjalani kehidupan. Tidak semua yang terlihat itu sesuai kenyataan aslinya”– hal. 40

Novel berjudul Shea ini sebenarnya termasuk novel teen fiction yang ending-nya mudah ketebak. Bahkan sejak kehadiran Adnan dan Gara pun, sudah terlihat siapa yang akhirnya akan bersama Shea. Tetapi lagi-lagi cerita dari High School Series ini selalu memiliki keseruan tersendiri dengan konflik-konflik yang begitu dekat dengan kehidupan remaja pada umumnya. 

Salah satu konflik dalam novel ini adalah ketika impian seorang anak yang tidak didukung oleh orangtuanya. Lalu, tidak hanya membahas percintaan para tokohnya saja, melainkan ada selipan mental illnes yang semakin membuat cerita ini berwarna.

Penulis menyuguhkan cerita dengan sangat apik dan manis. Mulai dari prolog yang menjanjikan, alur yang runtut, tokoh yang sangat hidup, serta gaya bahasa yang sangat ringan dan mudah dipahami. Terlebih adanya kalimat-kalimat yang sangat quoteable semakin membuat novel ini begitu digemari remaja.

Setiap emosi dari cerita ini sendiri sangat terasa kepada pembaca, terlebih ketika Shea yang dimarahi habis-habisan oleh ayahnya karena tetap mengikuti ekskul band di sekolahnya. Meski ada beberapa lelucon yang terasa garing, cerita ini tetap menggelitik di beberapa bagian. Usai menyelami kisah Shea, Adnan, dan Gara, pembaca akan belajar bagaimana seharusnya bersikap ketika impian tidak didukung oleh orangtua. Lalu, dari para tokohnya pun kita dapat belajar mengenai perjuangan, keinginan untuk memaafkan dan merelakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.