Segmen Bisnis Bank Negara Dalam Holding Keuangan

0

Pembentukan induk usaha (holding) BUMN jasa keuangan direncanakan akan segera rampung pada kuartal kedua tahun 2018. Holding keuangan ini bakal menggabungkan perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor keuangan.

Rencananya, holding jasa keuangan akan dipimpin oleh PT Danareksa (Persero). Sementara perusahaan yang masuk di bawah koordinasi holding, yakni empat perbankan pelat merah : BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN, plus tiga lembaga keuangan non-bank, PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, dan PT Permodalan Nasional Madani (PMN).

Untuk itu, kementerian BUMN pun telah menyiapkan pembagian peran dan tugas dari keempat bank negara yang menjadi anak usaha holding perbankan BUMN. Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan segmentasi bisnis bank pelat merah akan dibagi berdasarkan fokus bisnis yang dinilai paling sesuai.

Bank Mandiri kemungkinan akan diarahkan ke sektor kredit korporasi. Termasuk didalamnya, memberikan pembiayaan kepada proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang ada di dua tahun terakhir. Sementara, BNI akan diarahkan ke sektor konsumer, meski tak menutup kemungkinan bisa juga fokus ke segmen kredit korporasi. “Untuk korporasi dan komersial akan dibagi secara cluster antara BNI dan Bank Mandiri,” ujarnya pada Senin lalu (20/11).

BRI tetap diarahkan pada segmentasi kredit mikro, seperti kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selanjutnya, BTN tetap berfokus kepada Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ketua Himpunan Bank Negara (Himbara) yang sekaligus Direktur Utama BTN, Maryono, menyampaikan bahwa tidak ada masalah bila ada segmentasi bisnis pada bank-bank pelat merah, usai holding jasa keuangan terbentuk. Terlebih, dari sisi manajemen bank-bank BUMN, pembagian bisnis berdasarkan segmentasi dinilai akan menguntungkan. “Soalnya, itu kan cita-cita kami yang berawal dari terbentuknya Himbara ini,” kata dia.

Hingga Senin kemarin, perkembangan pembentukan holding BUMN sudah sampai pada penyelesaian administrasi di Bank Indonesia (BI). Gatot menyebut prosesnya berjalan dengan lancar. “Holding perbankan sedang jalan. Kita secara intensif dengan OJK, sementara BI kita sudah administrasi dan responsnya bagus,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.