Memiliki harta yang banyak bisa menjadi ujian dalam hidup kita. Apakah kita mampu mengelolanya dengan baik dan benar atau tidak? Jangan sampai harta lebih yang kita miliki menyulitkan hidup kita kelak di akhirat. Tentu, kita semua tidak menginginkan hal itu. Hal yang dianggap sebagai nikmat ternyata justru malah mendatangkan adzabNaudzubillah.

Bagaimana mengatasinya? Dalam ShahihAl Bukhari disebutkan satu hadits dari Rasulullah SAW dari Abu Hurairah r.a.: bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa yang diberikan oleh Allah harta kepadanya, kemudian ia tidak mengeluarkan zakatnya, maka ia akan berwujud ular yang sangat besar yang akan menariknya dengan dua tulang rahangnya yang lebar. Kemudian ia berkata, “saya adalah harta simpananmu”. Kemudian Rasulullah membacakan ayat ini sampai akhir hayat (mutttafaq alaih). 

Zakat adalah solusi terbaik untuk membersihkan dan mensucikan harta kita. Karena ada hak orang lain yang tidak seberuntung kita di dalam harta yang kita miliki. Kita harus belajar berbagi dan menunaikan zakat karena kewajiban kita yang harus kita laksanakan. 

Karena itu Sahabat Zakat, hati-hati dengan harta simpananmu. Coba ingat-ingat kembali, apakah sudah wajib ditunaikan zakatnya atau belum? Jika sudah sampai batas nishab-nya, apakah sudah ditunaikan zakatnya? 

Lalu, sebenarnya harta simpanan apa saja kah yang termasuk wajib untuk dikeluarkan zakatnya?

Pertama, Tabungan di BankTabungan di Bank dapat berupa Giro Tabungan biasa maupun deposito. Semua jenis tabungan ini wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah terpenuhi syarat dan ketentuan

Kedua, Deposito Box. Tabungan jenis ini beda dengan sebelumnya. Bila sebelumnya tabungan berupa uang tunai yang bisa digunakan oleh bank untuk dipinjamkan ke orang lain atau digunakan oleh bank untuk transaksi komersial, tabungan dalam deposit boxbiasanya berupa benda-benda berharga selain uang (walaupun terkadang ada yang menyimpan uang tunai). 

Apakah benda yang dititipkan di deposit box wajib dizakati? Ini tergantung dari jenis barang yang disimpan. Apabila barang tersebut adalah benda yang wajib dizakati seperti emas, perak dan uang kertas, maka pemilik harus menunaikan zakatnya jika telah terpenuhi syarat-syaratnya.

Terakhir, Tabungan Pensiun. Tabungan pensiun baru wajib zakat jika terpenuhinya haul(disimpan setahun). Karena, tabungan tersebut baru mutlak menjadi miliknya saat dia pensiun. Sedangkan sebelumnya, uang tersebut masih di bawah kepemilikan dan wewenang instansi. Pegawai tidak berhak memiliki uang tersebut apalagi mengambilnya. 

Hanya saja, dia harus mulai menghitung haulsejak pertama dia terima tabungan tersebut. Selanjutnya, tahun depan baru dizakati. Begitu juga tahun-tahun berikutnya selama nominalnya masih mencapai nishab.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.