Judul: Rival | Penulis: Feli Surya | Penerbit: Bentang Belia

Novel jebolan Belia Writing Marathon batch 3 yang berjudul Rival ini, menceritakan tentang dua orang remaja—Dipa dan Eda—yang sama-sama berbisnis di sekolah demi kelancaran pasokan uang. Kedua tokoh utama yang menghiasi Rival ini berasal dari latar belakang yang berbeda.

Dipa, cowok yatim piatu yang gemar menonton Laras Sjahrir saat membawakan berita itu berbisnis penyewaan atribut sekolah. Sementara Eda, perempuan yang memilih bisnis menjual catatan. Tentu saja itu bisnis yang menguntungkan untuk keduanya.

Tapi sayang, hanya karena merebutkan selembar uang Rp 20 ribu,bisnis keduanya terancam gulung tikar.Kepala Sekolah mengetahui bisnis ilegal yang dilakukan Dipa dan Eda di area sekolah. Namun, tanpa disangka dari keributan kecil tersebut, Dipa dan Eda ketiban rezeki nomplok dibalik hukuman yang diterimanya. 

Saat itu Kepala Sekolah meminta keduanya untuk berbelanja ke pasar, dan tanpa disangka mereka mendapatkan hadiah RP 100 juta di balik tutup kopi. Dan lagi-lagi karena keinginan keduanya untuk memiliki hadiah seutuhnya, membuat kopi itu terpaksa disita kembali oleh Pak Budi.

“Apa yang seharusnya menjadi milikmu, akan datang dengan sendirinya kepadamu. Jangan memaksa untuk menjemputnya.” – hal.40

Berbagai cara mereka lakukan demi mendapatkan kembali tutup toples tersebut. Mulai dari membuat alarm kebakaran hidup di saat jam pelajaran, hingga tengah malam menyusup ke sekolah pun mereka lakukan. Alih-alih berhasil, semua yang mereka sudah rencanakan ternyata gagal dalam eksekusi. Lambat laun, seiring berjalannya waktu, Dipa dan Eda kian dekat. Bahkan sedikit demi sedikit, mereka saling mengetahui sisi perbedaan satu sama lain.

Hingga pada suatu ketika, di saat keduanya sedang berusaha membuka pintu untuk mengambil tutup toples kopi, Eda memberitahu alasan mengapa ia sangat membutuhkan uang itu. Jika Eda membutuhkan uang untuk biaya kuliah, lain halnya dengan Dipa. Dipa mengatakan ia membutuhkan uang untuk menyewa pengacara.

Sebenarnya untuk apa Dipa menyewa pengacara?Bisakah mereka mengambil tutup kopi berhadiah 100 juta?

“Ketulusan seseorang terlihat dari mata yang berbicara lebih dalam daripada sekadar kata-kata dari mulutnya.”– hal.261

Novel bertema romance-comedy yang diangkat dari Dunia Orange ini benar-benar berbeda dengan novel jebolan Wattpad lainnya. Jika kebanyakan novel yang ada di Wattpad rata-rata mengangkat kisah bad boy untuk dijadikan sebuah cerita utama, Rival justru berbeda. Novel ini sama sekali tidak mengangkat cerita cinta remaja yang berlebih seperti mayoritas novel di luar sana. Bisa dibilang “cintaremaja” di sini seperti terlihat sebagai bumbu pelengkap saja. Novel ini justru lebih banyak mengedepankan pengetahuan, pelajaran hidup, perjuangan, dan juga kentalnya persahabatan. 

Pembawaan Feli dalam menulis cerita sangat-sangat mengalir dan santai. Apalagi dengan tambahan diksi indah, novel Rival ini terasa menyenangkan. Tidak ada kata bosan setiap membaca novel Rival, karena terdapat beberapa teka-teki yang membuat pembaca akan menebak-nebak. Juga tak hanya mampu membuat tertawa, Novel ini sukses membuat pembaca gemas dengan tingkah kedua tokoh utama yang sama-sama konyol.

Penulis sukses menggambarkan dua tokoh utama  dengan konsisten sejak awal hingga akhir. Semisal karakter Dipa yang menarik perhatian pembaca. Meskipun dia anak panti asuhan, semangatnya dalam menimba ilmu dan kegemarannya menonton berita sungguh patut diacungi jempol. 

Terakhir, meskipun hanya berlatar putih dengan ilustrasi toplescoverRival  begitu menggambarkan benang merah dari cerita ini. Nilai lebih untuk novel ini justru ilustrasi Dipa dan Eda yang begitu menggemaskan. Pembaca dipastikan tidak akan bosan (membacanya) karena selalu ada ilustrasi yang ditampilkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.