ILustrasi revolusi industri 4.0 (Yuswohady.com)

Revolusi industri ke 4.0 yang ditandai dengan peranan dunia Internet dan basis data besar (big data), robotik tingkat lanjut, intelegensia artifisial dan revolusi bioteknologi sekaligus, telah mulai merombak pola industri. Dunia internet telah mengkoneksikan perangkat dan sistem manajemen secara melompat.

Namun demikian, kalau tidak dilakukan revolusi model kepemilikan, maka bisnis akan semakin konsentratif dan monopolistik pada segelintir orang.

Koperasi yang memungkinkan bagi setiap orang untuk menjadi pebisnis, harus menjadi model wadah perusahaan yang sesuai. Bukan hanya agar keadilan terjadi dalam bisnis, namun juga agar bisnis yang ada menjadi etis dan tidak monopolistik.

Era 4.0 juga memberikan kemungkinan bagi setiap orang untuk berbisnis. Tapi, sekaligus akan membentuk keterasingan baru bagi mereka yang tak memiliki kepemilikan dan kendali dalam industri.

Ini harus dilakukan upaya pencegahan. Pemerintah harus agresif mendorong regulasi baru agar kepentingan masyarakat banyak terlindungi. Model transfer biaya ( transfer cost) yang dilakukan pemilik aplikasi privat ke agen, harus dicegah.

Misalnya, model kepemilikan platform . Wadah koperasi adalah model yang paling cocok. Sebut saja misalnya untuk bisnis aplikasi transportasi semacam Gojek dan Grab. Ini harusnya jadi milik bersama karena sudah masuk kategori barang publik.

Model koperasi multipihak yang sekarang sedang berkembang pesat di negara lain, dapat dijadikan sebagai model. Inventor, pemilik kendaraan, pelanggan, pemodal harus berdiri sama tinggi dalam mengambil keputusan. Pemerintah dalam hal ini juga perlu berada didalamnya, bersama menjaga kepentingan publik.

Jangan dibiarkan liar seperti saat ini. Sudah resiko dan beban biaya overhead ditransfer ke pemilik kendaraan, penetapan tarif semau-maunya ditentukan oleh pemilik aplikasi yang bersifat privat. Sementara, konsumen sebagai pihak yang selalu dibenturkan kepentingannya. Ini sangat licik.

Harus ada regulasi baru yang mengatur mana sektor kaitan bisnis aplikasi yang boleh diusahakan secara privat dan secara publik melalui model koperasi. Sifat barang dan jasa publik harus segera diidentifikasi dan diatur.

Profesi-profesi baru bermunculan berdasar talenta yang selama ini diabaikan. Pemberdaya masyarakat /komunitas, peneliti, desainer produk, data analis, dan lain sebagainya.

Pemerintah juga harus mendorong agar wadah koperasi pekerja ( worker co-op)  dapat berfungsi dalam memberikan peluang bagi para pekerja baru yang berbasiskan pada talenta semacam fotografer, seniman, designer, lawyer, akuntan dan lain-lain sebagainya.

Revolusi industri ke 4 saat ini kalau tidak diatur dan dikembangkan dalam model kepemilikan bersama yang pas, maka akan banyak menimbulkan ekses sosial. Selain kesenjangan ekonomi, monopoli, juga munculnya pengabaian oleh bisnis terhadap kepentingan publik.

Dan, terang saja, koperasi sebagai model perusahaan masa depan yang mampu menjaga kepentingan orang sama tinggi dalam mengambil keputusan adalah model yang paling pas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.