Setelah 51 tahun, Pemerintah akhirnya resmi mengambil alih PT Freeport Indonesia (PTFI). Hal ini ditandai dengan pengalihan saham mayoritas (divestasi) dari PTFI kepada PT Inalum (Persero) sebesar 51 persen. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kepemilikan sebelumnya yang hanya 9,36 persen.

“Saya baru saja menerima laporan dari seluruh Menteri terkait, dari Dirut Inalum dan dari CEO dan dirut PT Freeport McMoRan, disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengumumkan soal divestasi saham PTFI di Istana Merdeka, Jumat (21/12) kemarin.h

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa untuk membeli sebagian saham PTFI tersebut, PT Inalum harus membayar US 3,85 miliar dolar kepada Freeport Mc MoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto.

Dari total kepemilikan saham 51 persen itu, sebesar 10 persen akan diberikan kepada pemerintah daerah (Pemda) Papua melalui PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPPM) yang 60 persen sahamnya akan dimiliki oleh INALUM dan 40 persen oleh BUMD Papua.

Dengan demikian, status perjanjian Kontrak Karya (KK) PTFI yang telah berjalan sejak tahun 1967 hingga 2021 itu berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK-OP). Selain itu, PTFI juga dapat memperpanjang masa operasinya hingga 2041 dan akan membangun smelter atau pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat dalam jangka waktu 5 tahun.

Meski pemerintah RI telah resmi memborong saham PT Freeport Indonesia, namun untuk operator tambang emas di Kabupaten Mimika, Papua itu tetap dipegang oleh Freeport McMoran. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Inalum (Persero), Budi Gunadi Sadikin. Ia menilai bahwa kegiatan operasi di Tambang Grasberg ini tergolong rumit. Sehingga dibutuhkan perusahaan yang berpengalaman.

“Akan tetapi kami perlu belajar. Suatu hari nanti, saya yakin alumni kami bisa,” kata dia di Jakarta, Jumat (21/12).

Empat Keuntungan

PT Freeport Indonesia (PTFI) kini resmi sudah dikuasai oleh RI. Lewat holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan PT Inalum (Persero), pemerintah pun sukses mengakuisisi dan jadi pemegang saham mayoritas di pertambangan emas dan tembaga terbesar di Papua ini.

Kementerian BUMN mencatat setidaknya ada 4 keuntungan yang akan diperoleh pemerintah Indonesia dari hasil divestasi saham PT Freeport Indonesia ini.

  • Memiliki Cadangan Emas Terbesar Di Dunia

PTFI mengelola kekayaan tambang yang terdiri dari emas, tembaga dan perak. Nilainya lebih dari Rp 2.190 triliun hingga tahun 2041.

  • Milik Warga Papua

10 persen saham PTFI nantinya akan dimiliki oleh pemda Papua. Proyeksi: mulai 2023, pemda Papua akan mendapat hampir Rp 3 triliun per tahun dari dividen PTFI.

  • Penyumbang Pendapatan Negara

Kontribusi PTFI ke Indonesia dari pajak, royalti, pajak ekspor, dividen dan pungutan lainnya sebesar Rp10,8 triliun pada tahun lalu. Salah satu pembayar pajak terbesar di Indonesia.

  • Penyedia Lapangan Kerja Yang Besar

Kapasitas lapangan pekerjaan 29 ribu orang. Hingga maret 2018, PTFI merekrut 7.028 karyawan, sebanyak 2.688 karyawan merupakan orang Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.