Jabatan Dirjen Pajak bakal segera diganti, lantaran Ken Dwijugiasteadi sudah memasuki usia pensiun pada 8 November kemarin. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkeu, Hadiyanto menyatakan jabatan Dirjen Pajak akan selesai pada akhir bulan November, dan mulai ada pengganti resminya per 1 Desember nanti.

Sejumlah nama pun disebut-sebut bakal menggantikan Ken. Tiga nama yang digadang paling kuat, diantaranya Suryo Utomo yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Awan Nurmawan Nuh yang sedang menduduki posisi Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak, dan kemudian Sekjen Kemenkeu, Hadiyanto sendiri.

Akan tetapi, ada nama pejabat eselon II di internal Ditjen Pajak yang juga mencuat menjadi kandidat. Mereka antara lain Mekar Satria Utama yang menjabat sebagai Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Edi Slamet Irianto yang menjabat sebagai Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan II, dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJP Jawa timur III, Budi Santoso.

Selain itu, ada pula pejabat dari luar Kemenkeu yang juga disebut, yakni Amien Sunaryadi yang kini menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Meskipun begitu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani disebut-sebut sudah mengusulkan tiga nama sebagai pengganti Ken. Namun, Sri Mulyani belum mau membeberkan nama-nama kandidat tersebut. “Nanti saya sampaikan kalau sudah ada hasilnya,” ucapnya.

Beberapa pekerjaan rumah (PR) sudah menanti Dirjen Pajak baru. Selain peningkatan penerimaan negara yang jarang mencapai target, pengganti Ken diharapkan bisa menyelesaikan langkah reformasi pajak.

Tak heran, Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Melchias Markus Mekeng mengatakan, siapapun yang terpilih menjadi Dirjen Pajak baru, harus bisa mengejar target penerimaan negara melalui pajak seoptimal mungkin. “Yang penting performance,” ujarnya pada Kontan.co.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo berharap, selain target pajak, Dirjen Pajak baru juga harus mampu menyelesaikan agenda reformasi perpajakan dan membangun trust dari wajib pajak. Dirjen Pajak baru nantinya juga harus bisa membangun otoritas pajak yang semakin kredibel dan profesional. Tantangan itu, menurut Yustinus, hanya bisa diatasi oleh pejabat yang handal dalam perpajakan dan memiliki jiwa leadership yang tinggi.

Kinerja penerimaan pajak memang menjadi poin penting karena sudah bertahun-tahun target penerimaan pajak selalu gagal tercapai. Padahal, pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Pada tahun ini, target pajak juga diperkirakan bakal gagal tercapai karena realisasi penerimaan pajak hingga akhir September 2017 baru mencapai angka Rp 770,7 triliun atau sekitar 60 persen dari target APBNP 2017 sebesar Rp 1.283,57 triliun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.