Ilustrasi Menggamit Poncan (Damai Mendrofa/ Nawala.co)

Seperti apa rangkaian kenangan yang memacu di gelombang pantai?

Seperti Poncan, jawabmu

Riak ombak berlari menggamit tepian

Menghapus jejak kakiku

Tapi tidak ukiran namamu di atas pasir

Aku memang sengaja melukisnya seirama doa

Berharap namamu tak lekang di hampar gelombang

Seperti apa gelagat rindu yang membuncah menerabas lautan?

Seperti terumbu, katamu

Daun cemara mengajakmu menari

Seirama kirana dari baskara menerabas biru langit

Lalu menerus lautan dasar

Tapi terumbu kini tak seperti rindu

Karena telah lekang dan meredup di antara Lamun

Tak seperti kau, yang tak letih menari di pelataran Poncan

Lalu

Seperti apa nyanyian cinta yang berubah menjadi suram?

Seperti benteng, ucapmu

Rimbun hutan hujan di pulau Poncan bersiul mengeja namamu

Tanah memundak beton-beton tua yang kian kelam

Terlupa dan menunggu tergerus waktu

Lalu diam

Kini aku takut ini menjadi candu

Ahhh..aku semakin dirundung rindu

Pada Poncan, pada terumbu, pada hamparan pantai, pada benteng

Dan pada kau yang berayun-ayun menjuntai kaki menunggu senja

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.