Rasanya seperti tidak lengkap membahas musik Jazz tanpa menyebut nama Lester Young. Musisi Jazz spesialis saxophon, klarinet dan berbagai instrumen tiup lainnya ini, terkenal tidak hanya lewat karya musiknya saja, namun juga kisah hidupnya yang tragis.

Lahir di Woodvile, Mississippi pada 27 Agustus 1909, Lester Young tumbuh di keluarga berdarah musisi. Ayah Lester selain bekerja sebagai guru sekolah juga seorang konduktor musik. Walau lahir di Mississippi, Lester Young tumbuh di kerasnya kehidupan kota New Orleans.

Sejak masih bocah, Lester Young sudah banting tulang untuk membantu ekonomi keluarga dengan cara jualan koran dan bekerja sebagai tukang semir sepatu. Pada usia 10 tahun, Lester Young sudah bisa memainkan instrumen trumpetdengan baik dan bergabung sebagai personil di band keluarga.

Di usia 18 tahun, Lester Young memutuskan untuk keluar dari band keluarga karena dirinya menolak untuk ikut dalam tur manggung keliling bagian selatan Amerika Serikat (AS). Hal itu sebagai bentuk protes Lester Young terhadap praktik diskriminasi ras yang masih menimpa warga Amerika berkulit hitam di kawasan tersebut.

Sepanjang hidupnya, Lester Young tidak pernah menetap dalam satu band. Bagai belalang, Lester selalu pindah dari grup yang satu ke grup yang lain. Lester juga kerap gonta – ganti rekan dalam bermusik. Nat King Cole dan Billie Holiday merupakan dua nama tenar di blantika musik Jazz yang pernah berkolaborasi dengan Lester Young.

Tidak terhitung jumlah karya rekaman musikal Jazz yang pernah diproduksi Lester Young. Salah satu lagu Lester Young yang terkenal berjudul ‘All of Me’, senandung jazz teduh yang cocok sebagai teman memulai aktivitas kerja di kantor.

Lester Young kena wajib militer saat pecah perang dunia kedua. Tidak seperti musisi kulit putih yang begitu jadi tentara langsung ditempatkan ke divisi musik, Lester Young tidak menemukan kemewahan tersebut. Semua itu akibat praktik segregasi dan diskriminasi ras yang masih berlaku dalam militer AS.

Lester Young ditempatkan sebagai tentara regular. Tidak lama kemudian, Lester justru kedapatan memiliki daun ganja yang mengakibatkan dirinya terpaksa dihadapkan dengan pengadilan militer AS. Lester Young lalu divonis bersalah dan ditempatkan dalam barak isolasi, untuk kemudian setelah itu pada tahun 1945 Lester Young dibebas-tugaskan dari militer dengan tidak hormat.

Kembali ke Amerika, Lester Young berusaha meniti kembali karir bermusiknya. Kali ini, usaha Lester Young seperti mengarah ke jalur sukses secara finansial, kecuali ada beberapa masalah yang akhirnya menjadi biang kerok keruntuhan seorang Lester Young.

Kelar perang dunia kedua, Lester Young tidak bebas dari terpaan Post Traumatic Stress Disorder yang umumnya mengidap para mantan tentara yang secara langsung pernah menyaksikan kebrutalan dan kekejaman situasi perang.

Lester lari ke konsumsi minuman keras yang berlebihan sebagai upaya dirinya menawar tekanan batin trauma yang diidapnya. Namun minuman keras memiliki dampak buruk yang membuat Lester Young menjadi sosok yang tidak produktif. Pada tahun 1955, Lester Young dilarikan ke rumah sakit karena dirinya mendapat serangan Nervous Breakdown.

Saat bulan – bulan terakhir sebelum kematian Lester Young pada 15 Maret 1959, Lester Young sudah sering terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras dan sangat jarang mengkonsumsi makanan. Akibatnya, Lester mengalami Malnutrisi dan juga kena penyakit Liver.

Kondisi tersebut membuat Lester Young sering terbujur di tempat tidur dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk bisa kembali meniup instrumen trompetnya. Kisah hidup musisi jazz legendaris ini kemudian berakhir dalam lubang botol minuman keras.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.