Ilustrasi transaksi saham (Pexels.com)

Secara teknikal, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup melemah 90,31 poin atau 1,48 persen ke level 5.980,88, membentuk pola candle bearish enguilfing karena disertai dengan volume transaksi signifikan. Pelemahan IHSG didorong rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan ekspor Indonesia turun hingga 13,1 persen secara tahunan, lebih dalam bila dibandingkan dengan konsensus yang memperkirakan kontraksi hanya sebesar 6,2 persen. 

Sementara Impor melemah sebesar 6,58 persen, lebih baik dibandingkan konsensus yang diperkirakan hingga sebesar 11,36 persen. Neraca dagang Indonesia pun membukukan defisit senilai 2,5 milliar dolar AS. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan konsensus yang memprediksi defisit sebesar 497 juta dolar AS. 

Imbasnya, dalam perdagangan kemarin, pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual dengan nilai sebanyak Rp 458 milliar. Sektor infrastruktur dan Industri dasar paling menekan IHSG dengan kontribusi pelemahan masing-masing  2,80 persen dan 2,46 persen.

Akan tetapi, akibat peningkatan volume dan indicator stochastic yang memasuki level jenuh jual (Oversold), indeks pada hari ini diprediksi akan mencoba menguat. Sehingga IHSG pun diperkirakan bakal menguji level resistance jangka menengah di angka 6.085 dan diperdagangkan pada range 5.930 – 6.141. 

Apabila level ini tertembus, tidak menutup kemungkinan bagi indeks mencoba rebound jangka menengah. Sebaliknya, apabila level ini gagal tertembus maka indeks berpotensi kembali alami koreksi jangka menengah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.