Sepanjang perdagangan kemarin, Bursa saham Asia terus melanjutkan tren pelemahannya seiring penantian kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan China. Indeks Nikkei bergerak minus 0,93 persen, TOPIX turun 1,38 persen, dan Hangseng anjlok 2,39 persen. Indeks Shanghai sendiri terkoreksi 1,85 persen. Mayoritas bursa tersebut didominasi aksi sell off investor yang yang cenderung kuat. 

Tak ayal, dengan kondisi demikian, laju bursa di dalam negeri juga berjalan searah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 71,40 poin atau sebesar 1,14 persen ke level 6.198,8 yang diketahui turun break out  dari level support. Investor asing tercatat melakukan net sell sangat besar senilai Rp 1,49 triliun di mayoritas papan reguler. Pelemahan IHSG terbawa arah pelemahan mayoritas ekuitas di Asia menjelang pertemuan penting AS-China  yang akan membahas kesepakatan dagang untuk menghindari pertambahan tarif baru dari Trump. 

Sektor Industri Dasar (-2.92%) dan Aneka Industri (-2.54%) menjadi pemimpin pelemahan indeks. Sebaliknya, sektor konsumer (+0.61%) berhasil menguat sendirian dipengaruhi saham produsen rokok yang naik signifikan, usai beacukai rokok diperkirakan tetap tak berubah di tahun ini. Keputusan tersebut terang saja lebih menguntungkan bagi produsen rokok. 

Terbukti, Saham HMSP (+5.65%) dan GGRM (+2.47%) mampu menguat signifikan di tengah mayoritas ekuitas yang justru mengalami aksi jual. Investor domestik seolah ingin mengambil langkah aman setelah laju rupiah melemah 0,45 persen ke level Rp 14.360 per dolar.

Secara teknikal, IHSG bergerak bearish dengan break out support di level 6.200 sebagai sinyal gerak negatif indeks yang bakal berkelanjutan. Meskipun pergerakan IHSG (jika dilihat dari momentum indikator RSI) sudah cukup rendah, namun pergerakannya akan semakin suram jika tidak mampu kembali bergerak di atas level 6.200. 

Target pelemahan terdekat untuk IHSG saat ini berada pada level MA200. Sehingga di akhir pekan ini, IHSG masih akan tertahan, meski akan mencoba rebound dengan support resisistance di level 6.180 – 6.260 Saham-saham yang mungkin masih layak dicermati antara lain WSBP, WTON, GGRM, HMSP, BBNI, BDMN, SMRA, dan LPPF.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.