Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan lalu ditutup melemah 74,88 poin atau 1,15 persen pada level 6.383,06. Indeks tampak membentuk candle bearish breakwaydisertai dengan volume distribusi yang cukup signifikan. 

Hal ini tampak didorong oleh beberapa faktor eksternal. Yang pertama datang dari Amerika Serikat yang memproyeksikan pertumbuhan ekonominya melambat. Hal tersebut didukung kebijakan The Fed yang cenderung dovishterhadap kenaikan suku bunga acuan. 

Faktor kedua terkait sikap ECB yang memutuskan untuk memangkas pertumbuhan ekonomi tahun 2019 menjadi 1,1 persen, lebih rendah dari tahun 2018 yang berada pada level 1,7 persen. Alhasil, investor asing pun cenderung melakukan aksi jual dan membuat angka total net foreign sellberjumlah Rp 609 miliar. 

Indikator stochasticyang bergerak turun di level 20, mempunyai kecenderungan ke area oversold. Tak ayal, dengan kondisi demikian, indeks pada hari inipun diperkirakan akan cenderung melanjutkan penurunan menguji level supportjangka menengah 6.374. IHSG kemungkinan hanya akan bergerak dalam rentang level 6.360 – 6.440. Saham-saham yang masih layak dicermati saat ini, antara lain ADRO, INDF, INDY, dan KLBF. 

Pagi ini, IHSG dibuka di zona hijau pada level 6.411,74. Namun, pada pukul 09.36 WIB, Indeks sudah bergerak merendah ke level 6.378,81. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.