Perempuan Bersampur Merah (2019) bercerita tentang Sari yang mencari jawaban atas kematian bapaknya di tahun 1998. Kala itu bapaknya dituduh sebagai dukun santet oleh seseorang. Demi menuntaskan rasa keingintahuannya, Sari menuliskan nama-nama orang yang mengarak bapaknya pada selembar kertas. Sari pun lantas meminta bantuan pada Rama dan Ahmad (sahabatnya) untuk menguak kejanggalan yang ada.

Namun, berjalannya proses pencarian itu justru membuat Rama mulai menjauh. Hanya dengan bersama Ahmad, Sari kemudian tetap berusaha mencari informasi untuk menguak dalang dibalik kejadian mengerikan itu. Bahkan demi mencari informasi selengkap mungkin, Sari rela tergabung di dalam sanggar tari gandrung yang penuh rahasia. 

Dan hingga pada akhirnya, ketika secercah kebahagiaan mulai terpancar. Ketika janji-janji kehidupan yang lebih baik sudah di depan mata, Sari terpaksa menelan pil pahit kembali karena sebuah fakta mengejutkan yang terungkap. Siapa sebenarnya dan motif seperti apa yang membuat sejumlah orang menuduh bapaknya Sari sebagai dukun santet?

“Bukankah rasa kehilangan tak ada obatnya?” 

Wow ! Sungguhcerita yang sangat menarik. Dengan latar belakang tragedi Banyuwangi 1998 ini, penulis berhasil menciptakan cerita yang berbeda dari novel pada umumnya. Menggunakan sudut pandang orang pertama (Sari), kisah ini benar-benar menyentuh. Pembaca dapat merasakan bagaimana sakitnya menjadi Sari yang harus melihat ayahnya dibunuh di depan matanya sendiri.

Gaya bercerita yang mengalir, santai dan runtut membuat pembaca tidak kebingungan dalam memahami isi cerita. Selain itu, di dalam cerita ini pun terdapat banyak isu-isu sosial yang diangkat. Tidak hanya mengikuti kisah Sari yang mencari jawaban, pembaca akan mendapatkan banyak pengetahuan baru seputar tragedi Banyuwangi 1998 dan budaya Banyuwangi. Meski memang tidak terlalu detail, tetapi Penulis cukup menjelaskan dengan sangat baik.

Penggambaran latar tempatnya pun cukup jelas, suasana desa tempat Sari tinggal pun cukup digambarkan dengan baik. Pun dengan konsistensi karakter para tokohnya cukup kuat hingga akhir. Meski buku ini lebih didominasi oleh narasi yang cukup panjang, cerita ini sama sekali tidak membosankan.

Cerita ini tidak hanya bercerita tentang Sari yang terus mencari jawaban akan kematian bapaknya, melainkan juga disisipkan kisah percintaan yang terjadi di tengah persahabatan Sari, Rama, dan Ahmad. Bagian yang paling menyenangkan adalah dimana pembaca diajak untuk memecahkan teka-teki terhadap dalang yang menuduh bapak Sari sebagai dukun santet. Sebab dengan adanya misteri tersebut, pembaca tidak akan berhenti membaca novel ini, sebelum menemukan jawabannya.

Meski pada beberapa bagian terkesan bertele-tele, tetapi Perempuan Bersampur Merah memang  sarat akan makna dan memberi banyak pelajaran hidup yang dapat diambil. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.