Dalam perdagangan kemarin, mayoritas indeks saham Asia menguat dan mengalami kenaikan terbesar sejak bulan Januari. Indeks Nikkei melonjak 1,79 persen, TOPIX naik 1,52 persen, HangSeng menguat 1,46 persen dan Shanghai bergerak positif 0,68 persen. Optimisme pasar tampak terpengaruh sentimen kesepakatan perdagangan AS-China yang menuju titik temu, serta kenaikan ekspektasi pada pemungutan suara Brexit yang dinilai sangat penting.

Sayangnya, bursa saham dalam negeri justru berlawan arah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 12,66 poin atau sebesar 0,20 persen ke level 6.353,77. Aksi jual investor asing yang terus terjadi sejak awal bulan ini menjadi faktor negatif. Investor asing bahkan tercatat masih melakukan penjualan bersih (Net Sell) senilai Rp 674,09 miliar. 

Sektor Basic Industri (-1.12%) dan Finance (-0.40%) menjadi penekan perdagangan, dengan saham INKP (-7.07%), TKIM (-6.19%), BMRI (-1.47%) dan BBRI (-0.52%) yang banyak dilepas investor asing. Turunnya harga komoditas Kraft Pulpdunia disinyalir menjadi katalis negatif perusahaan produsen kertas seperti INKP dan TKIM.

Meskipun demikian, secara teknikal pergerakan IHSG sebenarnya berhasil bertahan pada support. Pasalnya, indikator Stochasticsesungguhnya mulai memasuki area jenuh jual dengan momentum RSI yang terendah sejak bulan September tahun lalu. Indikator bahkan memberikan sinyal pergerakan yang telah cukup murah di level saat ini. 

Namun pergerakan tampaknya masih akan diuji pada level support6.350, dimana jika kuat diatas level tersebut, indeks akan kembali menguji hingga whipsaw MA50di kisaran level 6.423. 

IHSG pun diperkirakan akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini dengan support resistance di level 6.350 – 6.460. Saham-saham yang masih layak diperhatikan, antara lain WSBP, JPFA, UNVR, ICBP, KLBF, BBNI, BBTN, JSMR, MEDC, INCO, MNCN, dan AKRA.

Pagi ini, IHSG dibuka melemah pada level 6.344,39. Hingga 15 menit berlalu, laju indeks masih berada di zona merah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.