Dukungan Pencapresan Jokowi Kian Bertambah

0

Partai NasDem resmi mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dalam pemilihan umum presiden (Pilpres) 2019 nanti. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu kemarin (15/11). “Tidak ada satu pun kata, sesenti pun yang berubah dari prinsip bahwa Jokowi adalah kita, dan kita adalah Jokowi, kita adalah Jokowi,” kata Paloh.

Alasan mendukung kembali Jokowi sebagai Capres, ungkap Paloh, karena Partai NasDem dan Jokowi memiliki visi dan misi yang sama, yakni membawa perubahan untuk Indonesia. “Kita memiliki seorang presiden yang sejalan dengan landasan politik gagasan kita, maka tidak ada daya lain upaya apapun juga harus kita dukung untuk pemerintahan beliau. Apa yang dia jalankan selama ini, memberikan kesempatan untuk terpilih kembali pada periode berikutnya,” tegasnya, dikutip dari merdeka.com.

Dukungan NasDem ini praktis menambah barisan partai politik yang menginginkan Jokowi sebagai Capres 2019. Sebelumnya, sudah ada enam partai yang mendeklarasikan dukungan capres kepada Jokowi. Antara lain Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Perindo.

Juli 2016 lalu, Golkar menjadi partai politik pertama yang menyatakan dukungannya kepada Jokowi sebagai Capres pada Pemilu 2019 mendatang. Deklarasi itu dinyatakan Golkar di hadapan Jokowi yang hadir dalam penutupan Rapat Pimpinan Nasional I di Jakarta. “Partai Golkar mendukung dan mencalonkan Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019,” ucap Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar, Yorrys Raweyai saat membacakan deklarasi.

Namun demikian, Jokowi sempat mengaku tak mau terlalu memikirkan dukungan partai politik yang terus berdatangan. Dirinya menyatakan masih memiliki fokus lain untuk dipikirkan ketimbang Pilpres 2019. “Saya sekarang ini masih fokus menyelesaikan, konsentrasi pekerjaan-pekerjaan dan program-program yang masih dalam proses yang harus saya selesaikan,” tuturnya.

Survei Center Strategic and Internasional Studies (CSIS) pada pertengahan September lalu memang masih menempatkan Jokowi sebagai Capres dengan elektabilitas tertinggi. Pada tahun 2017, angkanya mencapai 50,9 persen, jauh melampaui Prabowo yang hanya memiliki elektabilitas sebesar 25,8 persen. Keduanya meninggalkan sejumlah nama yang disebut juga sebagai kandidat capres, seperti Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono, dan lain-lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.