Dolar Tertekan, Rupiah Masih Berpeluang Menguat

0
Mata uang Rupiah (Ist)

Mata uang dolar yang cenderung tertekan, membuat rupiah berpotensi kembali menguat dalam perdagangan di awal pekan. Dolar yang merespon sentimen sengketa perdagangan Amerika Serikat (AS) versus Cina yang akan segera berakhir, mengurangi minat kepemilikan investor atas aset-aset bernilai dolar.

Sebagaimana diketahui, Presiden Donald Trump pada Kamis lalu, sempat mengatakan kedua negara sudah semakin dekat dengan kesepakatan perdagangan yang mungkin bakal diumumkan dalam waktu 4 minggu ini.

Dari dalam negeri, mata uang rupiah banyak ditopang rilis positif sejumlah data ekonomi. Diantaranya, data indeks manufaktur yang berada di level 51,2 yang menunjukkan produk manufaktur bergerak mengalami peningkatan.

Data inflasi juga demikian. Inflasi Maret yang tercatat sebesar 2,48 persen (YoY)  atau laju inflasi yang paling lambat sejak November 2009, membangun optimisme terkendalinya harga dalam jangka panjang.

Hal lain terkait dengan perkembangan harga minyak yang terus melemah. Sebab, saat harga minyak turun, ada harapan berkurangnya tekanan pada transaksi berjalan (current account).

Sekedar informasi, transaksi berjalan adalah fondasi penting bagi rupiah, karena menggambarkan aliran devisa dari ekspor-impor barang dan jasa. Ketika pos ini membaik,maka rupiah masih punya ruang untuk menguat. 

Di awal pekan, dengan sejumlah data tersebut, ada kemungkinan rupiah masih akan menguat di level Rp 14.090 – 14.187 per dolar. Untuk transaksi sepekan kedepan, rupiah diprediksi bakal ditransaksikan pada rentang level Rp 14.044 – 14.267 per dolar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.