Foto : shutterstock

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir perdagangan pekan lalu ditutup menguat di zona hijau, dengan membentuk pola candle piercing linedisertai dengan adanya volume yang signifikan. Penguatan IHSG didorong oleh sektor infrastruktur dan industri dasar yang menguat signifikan, masing-masing sebesar 1,61 persen dan 1,16 persen. 

Selain itu, sentimen positif juga datang dari eksternal. Investor merespon perkembangan dialog dagang Amerika dengan China yang akan segera menyelesaikan kesepakatan dalam waktu dekat. Kabar ini menjadi sentimen positif yang kuat bagi pasar keuangan Asia, lantaran dinilai bisa membuat arus perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global kembali menguat. 

Sementara itu, investor asing masih mencatatkan aksi jual (Net Sell) senilai Rp 869 Milyar di pasar reguler. Meski pada saat yang sama, indikator stochasticjuga bergerak naik. 

Sehingga indeks pada hari ini diperkirakan bergerak menguat menguji level resistancejangka menengah 6.426 dan diperdagangkan dalam range 6.330 – 6.440. Apabila level ini tertembus, tidak menutup kemungkinan bagi indeks untuk melanjutkan penguatan jangka menengah. Sebaliknya, apabila level ini gagal tertembus, maka indeks berpotensi mengalami koreksi jangka menengah. 

Saham-saham yang masih dapat dicermati dalam waktu dekat, antara lain BNLI, BBTN, BDMN, dan INDF.

Edo Ardiansyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.