Pasar Tradisional (Kemendag.go.id)

Secara konstitusional, sebetulnya negara kita menganut sistem demokrasi ekonomi. Disebutkan secara tegas dalam pasal 33 ayat 4 bahwa perekonomian diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi.

Demokrasi ekonomi ini adalah sebuah sistem yang penting agar kehidupan demokrasi itu dapat berjalan sebagaimana mestinya.Bahkan dapat dikatakan, apabila demokrasi politik di suatu negara itu dijalankan namun tanpa demokrasi ekonomi, maka sebetulnya yang berjalan adalah sistem anti-demokrasi. 

Suatu negara yang jalankan konsep demokrasi politik tanpa demokrasi ekonomi itu adalah rezim plutokrasi dan oligarkhi. Suatu rezim yang berada dibawah kekuasaan segelintir elit kaya dan elit politik. 

Jadi yang berjalan di Indonesia saat ini sebetulnya bukan sistem demokrasi, tapi justru anti-demokrasi. Kita dapat lihat, perilaku masyarakat sipil dan negara sekarang ini sebetulnya dalam posisi sub-ordinat terhadap korporasi. 

Kondisi itu dapat kita lihat seperti saat ini. Suara rakyat yang didulang oleh para elit setiap pemilu, setelah itu yang tersisa hanya buih-buihnya. Keseharian masyarakat hidup dalam sistem autokrasi perusahaan kapitalis. Ditindas dan diperas oleh iklan sabun.

Betapa demokrasi ekonomi itu ditetapkan dalam Konstitusi, tapi anehnya sistem ini tidak diajarkan di sekolah-sekolah atau dijadikan sebagai mata kuliah di kampus. Apalagi dimasukkan dalam sistem pendidikan nasional. Pusat kajian tentang demokrasi ekonomi juga nihil. 

Itu artinya demokrasi ekonomi di Indonesia ini sudah diaborsi sejak dalam pikiran. Padahal sebagai sebuah sistem, hal itu akan berkembang karena diteorikan dan teori itu berkembang karena dipraktekkan.

Tak heran sekarang sekadar jadi wacana pun sistem demokrasi ekonomi itu tidak muncul. Kalaupun muncul hanya bersifat simptomatik. Isu serpihan, bukan substansi dasarnya. Dalam praktek, kalaupun ada misalnya koperasi sebagai bangun perusahaan yang sesuai dengan demokrasi ekonomi. Ini juga ternyata didominasi oleh koperasi palsu, kuasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.