Demi meningkatkan pertumbuhan realisasi kredit pemilikan rumah (KPR), sejumlah bank gencar menawarkan layanan ambil alih atau take over. Salah satunya, PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Promo BNI terbaru bahkan hanya mensyaratkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan take over KPR.

Pimpinan Divisi Produk BNI Hermita menegaskan, langkah ini untuk menggenjot target pertumbuhan KPR. Sehingga tak heran, BNI pun menargetkan, take over KPR akan mencapai Rp 2 triliun hingga akhir tahun ini. Adapun, saat ini penyerapan sudah sekitar 20 persen. “Sasaran utama adalah nasabah di atas Rp 500 juta yang punya KPR di bank lain,” katanya kepada kontan.co, Minggu lalu (10/11).

BNI menawarkan bunga satu digit untuk program take over KPR ini. Misalnya, untuk pemindahan KPR dari bank lain ke BNI, bunga ditetapkan sekitar 7,1 persen untuk 2 tahun, 8 persen untuk 3 tahun, 8,45 persen untuk 4 tahun, dan 8,75 persen untuk 5 tahun.

Tak mau kalah, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk juga mengintensifkan program take over sejak awal kuartal IV 2017. Program yang ditawarkan KPR Take Over Special Pre Approved dengan bunga mulai 6,19 persen fix selama 3 tahun.

Senior Vice President (SVP) Consumer Loans Bank Mandiri, Hary Gale mengatakan perseroan telah melakukan program take over dan sudah melakukan pemasaran atau marketing sejak Oktober 2017 lalu. Selain bunga yang rendah, perseroan menawarkan syarat mudah bagi nasabah yang ingin memindahkan KPR dari bank lama ke Bank Mandiri. “Dokumen yang disampaikan sangat sederhana, hanya dokumen identitas dan agunan,” ucap Hary.

Sampai dengan September 2017, bank berlogo pita emas ini telah mencatatkan penyaluran KPR sebanyak Rp 39 triliun. Jumlah ini tumbuh 18,6 persen dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun lalu. Hingga tutup tahun, Bank Mandiri pun menargetkan angka KPR dapat tumbuh sebesar 16 persen.

Terkait program take over, PT. Bank CIMB Niaga Tbk punya strategi berbeda. Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan menyampaikan, pihaknya menawarkan KPR melalui rekanan developer yang sudah ada, dimana penawaran juga lebih diarahkan kepada nasabah sendiri alias cross-selling. Dengan kata lain, strategi cross-selling ini akan memindahkan KPR dari tempat lain ke CIMB Niaga.

Bank berkode saham BNGA ini kemudian menargetkan angka KPR dapat tumbuh 10 persen di tahun ini. Tercatat, per kuartal III-2017, CIMB Niaga mampu mencetak KPR sebesar Rp 26,5 triliun atau naik 12,1 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.