Judul: Friendshit | Penulis: Queen Nakey | Penerbit: RANS Publisher

Kisah ini tentang Kana, cewek 21 tahun yang super pemalas dan tidak mau melakukan semua hal karena dianggap ribet. Bahkan untuk sekadar membereskan dan keluar kamar saja, dia sangat enggan. Kana lebih memilih tidur, makan donat, menulis naskah novel, dan berselancar di dunia maya. Tak jarang dia terserang demam setelah melakukan banyak pekerjaan atau berjalan jauh. Sikapnya sangat berbanding terbalik dengan Arlan, cowok tampan terlampau rajin yang justru bersedia mengerjakan semua tugas Kana tanpa pamrih. 

Keduanya bersahabat sejak kecil, lebih tepatnya sejak Arlan kehilangan seluruh anggota keluarganya. Bahkan hingga duduk di bangku kuliah, mereka tidak terpisahkan. Arlan tidak keberatan mengerjakan semua hal yang tidak seharusnya dia kerjakan. Misalnya, membereskan kamar Kana, mengerjakan tugas kuliah Kana, bahkan sampai mencuci baju Kana. Ya, bisa dikatakan dia sangat memanjakan perempuan itu. Karena bagi Arlan, Kana adalah dunianya. Begitupun dengan Kana, dia akan ‘mati’ jika Arlan pergi dan meninggalkannya.

Hingga suatu ketika Arlan kembali kehilangan orang kesayangannya. Oma (Nenek)-nya meninggal dunia. Semenjak saat itu, Arlan memilih untuk pergi dan menyudahi semua hubungan dengan Kana. Karena menurut Arlan, kepergiannya adalah salah satu cara terbaik agar cewek pemalas itu berubah dan kembali menata hidupnya lebih baik. 

Lalu bagaimanakah akhir hubungan Arlan dan Kana? Mungkinkah Kana baik-baik saja setelah kepergian Arlan?

Kisah drama persahabatan Kana dan Arlan memang benar-benar ‘friendshit’. Bagaimana tidak, cowok itu teramat berlebihan dalam menjaga Kana. Katakan saja Arlan memang sahabat yang sangat-sangat baik hati, penyayang, penyabar dan perhatian, namun semua caranya dalam menjaga Kana benar-benar membuatnya terlihat seperti budak cinta. Apalagi Kana si mahasiswa Fikom itu teramat pemalas dan menyebalkan. Dia terlalu bergantung dan mengandalkan Arlan dalam segala hal.

Penulis tampak sangat terampil menggambarkan karakter setiap tokoh. Semua karakter yang ada, terlihat hidup walaupun ada kesan agak berlebihan. Namun, yang perlu diacungi jempol adalah kemampuan penulis membuat tokoh-tokoh lain (Figuran) yang sebenarnya sebatas sampingan, tetapi memiliki peran penting dalam perkembangan Kana dan Arlan. Terlebih, interaksi diantara setiap tokoh pun sangat luwes. 

Penggunaan sudut pandang orang ketiga membuat pembaca pasti menikmati novel Friendshit (2019) ini. Apalagi dengan alur campuran (maju-mundur) yang digunakan, semuanya tampak sangat pas. Pembaca pun akhirnya dapat mengetahui penyebab dan kejadian-kejadian mengerikan di masa lalu yang menimpa Kana, Arlan, serta beberapa tokoh lainnya.

Selama membaca novel ber-cover pink ini, pembaca tidak akan dibuat bosan. Sebab penulis benar-benar berusaha membuat konfliknya padat dan seseru mungkin. Meskipun memang di halaman-halaman awal, alur berjalan sedikit lambat tetapi semuanya terbayar dengan endingyang sangat manis. 

Namun selain itu, penulis juga mampu membuat lelucon-lelucon yang mengocok perut. Pembaca pun dapat tertawa saat mengetahui isi lelucon Kana dengan teman-teman sekelasnya. 

Banyak pesan yang sesungguhnya dapat diambil usai menyelami kisah persahabatan tidak biasa antara Kana dan Arlan ini. Misalnya soal sikap kemandirian. Novel ini mengajarkan untuk tidak boleh bergantung pada manusia dalam hal apa pun. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.