Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga 2017 tercatat sebesar 5,06 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) masih menyebut Jawa sebagai pulau yang paling berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan angka sebesar 58,51 persen. Kecenderungan ini pun tampak belum berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Sumatera berkontribusi sebanyak 21,69 persen, Kalimantan sebesar 8,15 persen, Sulawesi 6,12 persen, Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 3,14 persen, disusul Maluku dan Papua sebesar 2,30 persen.

Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi tertinggi di kuartal kemarin bukan dicatatkan pulau Jawa. Pencapaian pertumbuhan tertinggi dicapai Sulawesi, dengan angka 6,49 persen. Jawa hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,41 persen.

Namun ternyata, tak hanya soal pertumbuhan ekonomi. Pulau Jawa juga mendominasi uang beredar secara nasional. Kecenderungan tersebut misalnya dapat dilihat saat Ramadhan dan menjelang lebaran. Pulau Jawa selalu tercatat mengambil porsi terbesar dalam peredaran uang. Angkanya, sekitar 65 persen dari aliran uang yang beredar.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menyebutkan demikian. Kredit yang dikucurkan bank umum juga masih terpusat di Jawa. Hingga Agustus 2017, provinsi DKI Jakarta masih mencatatkan diri sebagai provinsi dengan nilai kucuran kredit tertinggi sebesar Rp 2.137,33 triliun. Disusul provinsi Jawa Timur yang mendapatkan kredit sebanyak Rp 407,57 triliun dan Jawa Barat yang memiliki kucuran kredit sebesar Rp 379,07 triliun.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tulis Komentar
Nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.